Bambu Lab menjelaskan alasannya mengambil tindakan terhadap fork OrcaSlicer tertentu yang meniru identitas klien resminya di server cloud.
Apa yang Menjadi — dan Bukan Menjadi — Inti Kontroversi Ini
Bambu Lab menerbitkan pernyataan resmi pada 7 Mei 2026, menanggapi pemberitaan media yang meluas mengenai sengketanya dengan sebuah fork OrcaSlicer tertentu. Perusahaan ini menegaskan dengan jelas: situasi ini tidak ada kaitannya dengan OrcaSlicer itu sendiri, ratusan fork sahnya, maupun kebebasan untuk memodifikasi kode open-source. Inti permasalahannya adalah perlindungan infrastruktur cloud pribadi milik Bambu Lab.
Kode Open-Source vs. Akses Cloud: Sebuah Perbedaan yang Krusial
Bambu Studio dilisensikan di bawah AGPL-3.0, artinya siapa pun bebas mengambil, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kodenya — dan lebih dari 700 fork telah melakukannya tanpa masalah. Namun, Bambu Lab menarik batas tegas antara lisensi kode dan akses ke layanan cloud-nya. Cloud merupakan platform pribadi yang diatur oleh perjanjian pengguna, bukan oleh lisensi AGPL.
Masalah Teknis: Peniruan Identitas Klien
Modifikasi spesifik yang menjadi pusat sengketa ini bekerja dengan cara menyuntikkan metadata identitas palsu ke dalam komunikasi jaringan, sehingga fork tidak resmi tersebut tampak di server Bambu Lab sebagai klien Bambu Studio resmi — lengkap dengan nomor versi yang dikodekan secara permanen. Jenis pemalsuan seperti ini menciptakan celah struktural: jika diadopsi secara luas, hal ini berpotensi mengirimkan ribuan permintaan yang tidak dapat dibedakan ke server Bambu secara bersamaan, sehingga berisiko menyebabkan gangguan layanan yang berdampak pada semua pengguna. Bambu Lab menyatakan bahwa pihaknya telah mendokumentasikan gangguan layanan yang disebabkan oleh lonjakan lalu lintas tidak sah.
Alternatif bagi Pengguna Tingkat Lanjut
Bambu Lab mengingatkan pengguna yang lebih memilih untuk tidak bergantung pada konektivitas cloud bahwa LAN Mode, Developer Mode, dan Bambu Connect semuanya tersedia sebagai pilihan. Perusahaan ini juga menjalankan Bug Bounty Program yang aktif untuk pelaporan temuan keamanan secara bertanggung jawab.
Kesimpulan Bambu Lab
Bambu Lab menegaskan kembali dukungannya terhadap komunitas open-source dan akan terus berkontribusi melalui Bambu Studio. Yang tidak akan ditoleransi adalah peniruan identitas klien resminya dalam komunikasi dengan infrastruktur cloud-nya, dengan mengutip risiko nyata terhadap stabilitas layanan bagi seluruh pengguna.



