Tandem Ventures menggunakan printer Bambu Lab untuk mengembangkan WHASER dari prototipe lapangan di Islandia menjadi alat penelitian kelautan yang digunakan secara global.
Perangkat Drone yang Lahir di Perairan Islandia
WHASER adalah sistem pengukuran kompak yang dipasang pada drone, dikembangkan oleh agen R&D berbasis di Inggris, Tandem Ventures. Dengan berat hanya 170 gram, sistem ini menggabungkan sensor LiDAR, GPS, IMU, dan mikrokontroler berbasis Arduino di dalam casing yang dicetak 3D — semuanya dirancang untuk memungkinkan para peneliti mengukur mamalia laut dari udara, dengan cepat dan tanpa infrastruktur khusus.
Dari Penerbangan Pertama hingga 115 Paus
Sistem ini pertama kali divalidasi di lepas pantai Islandia, di mana sistem ini berhasil mengumpulkan data biometrik dari lebih dari 115 paus bungkuk. Keberhasilan di lapangan tersebut merupakan bukti konsep — namun juga memicu sesuatu yang tidak terduga: permintaan masuk dari para peneliti di enam benua, termasuk tim yang bekerja dengan lumba-lumba dan penyu, tidak hanya paus.
Kesenjangan antara Prototipe dan Produk
Mengubah prototipe yang berfungsi menjadi produk lapangan yang andal memerlukan perancangan ulang secara menyeluruh. Tandem Ventures meningkatkan baterai untuk daya tahan yang lebih lama, mengoptimalkan geometri internal guna mencegah pergeseran komponen selama pengiriman, memperbaiki penyegelan cuaca di sekitar unit LiDAR, dan menyederhanakan antarmuka dengan layar yang selalu menyala. Sebuah hard case khusus yang dicetak 3D juga dikembangkan untuk mengamankan setiap komponen dan memungkinkan tim untuk langsung mulai bekerja sesaat setelah tiba di lokasi terpencil.
Mengapa Printer Bambu Lab Membuat Perbedaan
Sepanjang proses perancangan ulang, Tandem Ventures mengandalkan printer H2D dan P1S dari Bambu Lab. Kemampuan untuk mendesain, mencetak, menguji, dan menerapkan perubahan dalam hitungan hari — bukan minggu — berarti umpan balik dari penerapan lapangan nyata dapat ditindaklanjuti hampir seketika. Siklus iterasi cepat inilah yang memungkinkan WHASER berkembang dari sebuah rig penelitian menjadi alat yang dipercaya oleh para ahli biologi kelautan di seluruh dunia.
Pencetakan 3D sebagai Infrastruktur Siap Lapangan
WHASER menggambarkan pergeseran yang lebih luas: pencetakan 3D bukan lagi sekadar untuk pembuatan prototipe. Ketika kecepatan iterasi selaras dengan laju umpan balik dunia nyata, komponen yang dicetak dapat langsung beralih dari tahap pengembangan ke tahap penerapan. Untuk penelitian kelautan di lokasi terpencil, di mana kondisi bervariasi mulai dari kelembapan Hawaii hingga angin pesisir Chili, keandalan tersebut bukan sekadar nilai tambah — melainkan sebuah keharusan.



